Tuesday, November 24, 2009

Near's Quote

If I cannot solve the puzzle, I will be a mere loser

Friday, November 20, 2009

Kweek kweeekk :)


Dear bloggie, w sudah lama banget nggak posting. Banyak banget pr, ujian, dan tugas lainnya. Anw, semalam adalah HARI TERBURUK yang pernah w alami. Udah SIAL, KESAL, MALU lagi! No way! Of course I won't tell those thing on my blog. Pokoknya  w depresi bahkan sampai mau nagnis aja sekalian! Akhirnya w sadar kalau itu adalah salah w dan w yakin masih ada kesempatan lain. Malamnya w curhat sama my soulchat di NNC. Finally, w ngerasa lebih lega....

Anw, exam will begin on the first day of the month December. it means, no  internet, no comics, no anime. So, sorry if I kenot finish the others raws manga. And, wth, kenapa bidang studi yg mudah harus di minggu pertama dan yg hitung-hitungan di minggu terakhir?? oh my, shitlah....  mana baju natal belum w tentuin lagi.

Bulan november adalah bulan yg seharusnya menyenangkan kalau w punya uang. Gak tahu ini, keknya ada tuyul yg nguras abis isi dompet w. Ok, ngingat2 ujian udah di depan mata, gtg, bubye :))

PS: Okay, firstly, sorry for my absence on NNC next 2 weeks. I'll continue upload manga after I've finished exam.

Thursday, November 12, 2009

Bad Hair Day


Ya know? Selama 4 HARI, w ngga keramas! MUUAHAHAHAHAHHHHAHAAAK!!
cewe macam apa w?? yakin yang pada baca pasti langsung merasa jijik XD jangan gitu dong,,, abis w itu orangnya mau yang simple aja... tapi ga sehat. bos cowo w, sampe marahin w karena ga keramas (lho bukan bos cewe?) jadi w pergi ke simpang naek becak gitu kan.. ama elly n kathrine. pas pulak ujan! si elly nyuruh w nunduk, beberepa menit kemudian hujan semakin deras dan w lupa nunduk. jadi aku bilang sama orang itu, udahlah biar aja sekalian keramas... XD jadi pas w naek angkot gitu, ibu ibu di sebelah w nutup hidung pake saputangan. wah... satu angkot nutup hidung. w udah takut, apa aroma khas yg di rambut ini menggugurkan bulu hidung mereka XD ? ternyata..... ternyata... sebelah w.. ada cowo yang merokok sampe asapnya menutupi satu angkot wkwkwkwkwkwk :D udahlah jangan bahas rambut. cape mau keramas dulu nih. bubye :))

Sunday, November 08, 2009

Chocolate

Chocolate ch 4 http://www.sendspace.com/file/audypc
Chocolate ch 5 raws http://www.sendspace.com/file/0cirst

Peluh bersama Kenangan

PELUH BERSAMA KENANGAN

Aku yakin aku sedang menangis dalam tidur. Malam itu, aku hanya mendengar beberapa pertengkaran kecil di ruang sebelah. Meski aku tahu siapa itu, tapi aku mencoba untuk melupakannya.

Matahari terbit, cahayanya yang masuk menyilaukan kamarku, membuatku selalu ingin tetap di kasur yang empuk. Buku yang terletak di mejaku mengingatkanku akan ulangan hari ini. Aku langsung bergegas mengangkat langkah kakiku yang berat. Aku hanya membolak-balikan halaman buku itu karena yakin sudah membaca semuanya. Aku siap. "Nathali, ayo mandi!! Abangmu sudah bersiap-siap, nanti kamu telat!" Aku bergeas menyusuri kaki-kaki tangga. Bermenit-menit kuhabiskan di kamar mandi, lalu memakai seragam, sarapan dan pergi! Oh ya, aku lupa sesuatu. Kamus, bukan. Kalkulator, bukan. Cemilan, bukan. Nah, aku harus permisi sama sesuatu dulu. "Bye bye. Kita main lagi saat aku pulang sekolah, oke!" Ya, walau aku tidak mengerti apa yang dipikirkannya, aku tahu dia menyukainya.

Kenalkan, dia anjingku! Namanya Pitbull. Meskipun tidak ada campuran darah pitbull di dalamnya, dia hanya anjing kampung biasa. Tapi dia galak, suka menggigit, dan manis. Pitbull tahu segala apa kegundahanku karena aku lebih sering berbicara sendiri dengannya dibandingkan dengan keluargaku. Karena... "Hah! Sudah hampir telat!" Aku tersadar, lalu bergegas ke sekolah.

Hal yang paling menyenangkan di sekolah adalah saat pagi hari, saat mengerjakan soal, dan saat pulang. Aku suka sekolah. Bukan menyombongkan diri, tapi aku termasuk murid berprestasi di sini. Bukan maksud menyombongkan diri. Ini kenyataan. Aku suka hidupku. Aku cantik, pintar, keluargaku berkecukupan, aku rasa, aku adalah orang paling beruntung di dunia ini. Semuanya begitu sempurna.

"Kan sudah aku bilang, jangan pulang malam-malam lagi!" Terdengar suara dari ruang keluarga. "Itu bukan urusanmu! Aku hanya keluar malam karena ada pekerjaan!!" Aku mengintip dari balik pintu dan mendapati mama dan papku sedang bertengkar. Tanpa kusadari, air mata telah mengalir deras di pipiku. Lalu, Pitbull datang dan menemaniku untuk menangis. Rautnya sedih dan tak bersemangat. "Baiklah. Ayo ke kamar." Aku mengajaknya ke kamar untuk menceritakan apa yang barusan terjadi. Abangku belum pulang dari lesnya, jadi aku tidak punya teman untuk bercerita di rumah.

"Pitbull, kau dengar, kan? Papa dan mama barusan bertengkar." Dia hanya menunduk.
"Setiap kata yang dikeluarkan mereka, membuat air mataku jatuh." Sekali lagi dia hanya menunduk.
"Tapi yang membuatku kembali ceria adalah kamu." Dia mengangkat kepalanya, lalu menjilati air mata di pipiku.
"Hahaha. Geli. Berhentilah."
Terima kasih. Aku kembali ceria. Aku sudah berjanji agar masalah ini tidak merusak kepribadianku.

Abangku sudah pulang dan aku menceritakan semuanya kepadanya. Dia mengerti dan menyuruhku untuk tidak ikut campur. Dia sepertinya sudah semakin dewasa. Aku bangga mempunyai saudara sepertinya.
"Lebih baik, kamu nggak usah pikirkan masalah orang dewasa."
"Kenapa? Aku 'kan hanya ingin papa dan mama akur kembali."
"Palingan itu hanya pertengkaran 'suami-istri' seperti biasa."
Perkataan itu seolah-olah membuatku berpikir bahwa pertengkaran itu tidak sama dengan pertengkaran biasanya. Kamudian aku melontarkan pertanyaan lagi.
"Bang, apa yang terjadi bila papa dan mama tidak pernah akur lagi?"
Dia terdiam sesat.
"Mana aku tahu!" Jawaban itu pun mengakhiri pertanyaanku.

Pagi seperti biasanya, sempurna. Aku bermain dengna Pitbull, dia tampak lebih semangat. Aku sangat menyayanginya. Umurnya sudah 2 tahun. Saat berangkat ke sekolah adalah awal dari kesedihan yang tak pernah kubayangkan. Saat naik mobil, aku melihat anjingku mengejar kami. Laju mobil semakin cepat dan meninggalkannya di belakang. Lalu muncullah rasa khawatir ini. Rasa seperti aku tak akan pernah melihat Pitbull lagi.

"Eh, Nat, ponselmu bunyi tuh." Salah seorang temanku mengingatkanku.
"Ponselku di mana ya?"
"Tadi di tasmu deh."
"Oh. Makasih."
Sebaris pesan mengejutkanku. Hal yang paling tidak kuinginkan. Hal yang paling kubenci, yaitu kehilangan sesuatu yang amat sangat berharga. Aku bergegas menyusun barang dan pulang.
"Eh, Nes, kalau ditanya BP bialng aku permisi, ya. Aku.. ada urusan."
"Ok, Nat."

Aku pulang karena dia, anjingku, Pitbull, menghilang. Dia hialng di pagi hari. Dari beberapa tetangga yang melihatnya, katanya Pitbull tersesat. Aku takut, aku menangis. Pitbull sangat takut pada truk. Dia juga pernah tersesat dan hampir ditabrak. Aku takut hal itu terjadi lagi. 'Tuhan, kumohon lindungi Pitbull.' Sampai malam hari, papa dan mamaku serta abangku ikut mencarinya. Aku lelah bukan karena mencari Pitbull dari siang hari, tapi karena aku menangis dari siang hari.

Sesampainya di rumah, orangtuaku bertengkar lagi dan itu membuatku tambah pusing. Aku ingin semuanya kembali normal. Tapi aku tetap menangis seperti pengecut yang tidak bisa melakukan apa-apa. Aku mendengar suara pukulan dan itu membuatku takut. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Aku berlari mencari abangku. Abangku hanya memelukku dan terdiam.

Beberapa bulan kemudian, Pitbull tidak ditemukan. Air mataku sudah mengering. Orang tuaku berbaikan seperti semula dan berjanji tidak akan bertengkar lagi. Waktu itu, prestasiku menurun karena begitu banyak yang membani pikiranku. Orang tuaku sadar dan mulai mengintropeksi diri sendiri. Aku berjanji tidak akan menagnis hanya karena hal seperti ini lagi. Ke depannya aku akan terus melanjutkan apa yang sempat terhenti. Yah, dan sekarang dia berada di sampingku. Anjing baruku. Dia baru berumur 2 bulan. Dia jenis anjing kampung, tapi mempunyai campuran Golden Retriever. Kenalkan namanya Scooby Doo. Aku suka memakai nama dari suatu tokoh kartun. Dia menggerak-gerakkan ekornya yang menandakan mau bermain-main denganku.
"Aku pergi dulu ya, Ma!!" seruku.
"Iya. Suruh abangmu mengantarmu!"
"Ok!"
Ku temukan abangku sudah di depan rumah menungguku, lalu aku naik ke motornya. Sejujurnya aku malas mengikuti kelas renang hari ini karena hari ini adalah hari libur. Lalu tampaklah dari sudut ekor mataku yang memaksaku untuk berteriak "STOP!"
"Ada apa?"
"Lihat! Lihat!!"
Pandangan kami tertuju pada sebuah biara, tepatnya seperti gereja Katolik. Tempatnya sepi, rapi, dan di depan gereja itu terdapat tanah kosong yang luas sehingga membuatku merasa gereja ini terletak di pegunungan. Tepat di depan gerbang gereja itu, tampak seekor anjing berwarna cokelat dengan muncung hitam dan ekor yang naik ke atas. Lalu anjing itu membuat kami terkejut dengan suaranya yang persis seperti suara yang sudah kulupakan. Aku mengambil ponselku dan memotretnya.

Air mata ini tidak dapat tertahan, dia kenanganku, dia Pitbull-ku. Tapi dia bukan milikku lagi. Dia sudah dipelihara oleh orang yang jauh lebih baik. Di tempat yang hening dari keramaian yang membuatmu sesak. Waktu yang terus maju tidak dapat memutar kenanganku kembali.
"Sudahlah, Nat. Ayo kita pergi."
"Hiks... hiks... Tapi, dia?"
"Dia lebih bahagia di sana."
"Yah. Benar."
Kutinggalkan dia sekali lagi. Aku sudah punya Scooby. Kuusap air mataku, karena aku percaya aku sudah menggenggam kebahagianku.


Story Telling Competition
Grazie-Manga Support

Thursday, November 05, 2009

Stupidos Day :)


Today, Adit will follow the speech contest. So I, Elly, Omi, Reni, and Aeth told to be his supporter. We think, better go, because it did not learn. Apparently ... Want to know what we experienced? Let's continue reading.

1. We went by car Mam Valen. We are pleased that not learn. I'm also happy because I'm not a step forward.

2. When I got there, Adit Hereinafter serial number 94. How far that number.

3. When we walked into the room the five of us did not get the bench. Valen so Mom told us to stand.

4. because the committee saw us standing, the teacher finally told to get out and escort us to get a seat.

5. Suddenly there was a sudden inspection and non-participants are expected to come out.

6. We were expelled and the most embarrassing thing was that we looked at one room for too long out.

7. We waited outside and the bet is a fool.

8. We are looking for the toilet but did not find it.

9. There are someone who think that we are speech contest participants are late and told us to go home.

10. Met with alumni SMAN4. He is pretty cool!

11. Back to the room, waiting for Adit's turn.

12. More pictures on the stairs, many people pass by, so devastated her picture. *oii aku yg ikat rambut pake tas pink!! :)*




13. Got a cake later. Previously ordered to share the cake.

14. Adit speech, we pray.

15. got a rice packets, eat outside.

16. Announcements, Adit into the next round. Tx God.

 
* optional: we can mail the quiz to match the central bank of the BI. Then one of us asked to submit to the principal. This quiz-like game "Who Dare". Participants numbered 5 people. Actually we want to run, but the letter was first asked Valentina and Mom gave us off directly to the principal .*

 
Although much bad luck we had, but we're happy because not learn. Hahahaha .. Joking. We are pleased that Adit passes to the next round. May God continue to guide him to the final.

 
Oh yes, chemistry class today, I and Omi can drink for free because it could answer the question. So ... bubye ...

*BONUS PICTURE*

1. my class when the lamps were turn off and rain heavily :))


2. Ich und aga (aku dan agatha)


Wednesday, November 04, 2009

Dear bloggie...


w semalam gak sempat posting, karena begitu pulang les kan nyamp rumah jam 8.30pm. nah pas nyampe, w langsung tidur pulas tanpa mengganti baju maupun kaos kaki >///<. Jadi pas bangun w heran, kok w tidur di sekolah hahahahaha XD freak! anw, semlam w baca buku si dina, judulnya go blog! keren, dalamnya ada cd. tapi w ga ngerti apa tuh maksud cdnya. huwwaaaaaaaaa bloggie, udah bulan november nih! banyak banget yang seru seru! ada shugo chara, naka 74, tapi yang paling paling sangat mengesalkan adalah di minggu ke 2. Karena di minggu itu, mulai ujian lagii T_T, itu berarti w jarang internatan lagi doonngg.... oh ya besok, adit bakalan ikut speech contest! wish he luck ya! byk pr, byk tugas, bubye :))