Monday, May 07, 2012

Quick Post

Hari Jumat kemarin aku, dian, angel, dan lia pergi berenang di Cemara Asri. Rencananya hanya mau ke rumah si Dian sekalian enghibur dia gegara batal liburan ke KL tanggal 29 ini. Mungkin karena faktor cuaca jadi pingin berenang. Setelah pulang dari kampus kami langsung jemput angel di tempat lesnya dan kita menghabiskan 30 menit di perjalanan (maklumlah si tante baru belajar bawa mobil jadi nggak berani ngebut). Sesampainya di Cemas kami makan dulu terus berenang. Awalnya si tante nggak mau berenang karena malas ambil baju di rumah. Setelah diajak si angel jadinya si tante mau ikut berenang dan mereka balik ke rumah naik bemor (malas bawa mobil). Udah itu kita bertiga langsung cebur ke kolam. Si lia malas berenang jadi dia jaga tas aja. Mulai dari masuk ke kolam sampai selesai kami cekikian terusSi lia bilang ketawa kami paling besar udah gitu si tante kuat kali logat bataknya. Entah karena si lia iri lihat kami ketawa terus atau karena ga mau rugi udah bayar tapi nggak berenang, akhirnya dia ganti baju dan ikut sama kami. Pokoknya seru seru serulah sampai words can't describe it


Setelah berenang kami mandi kayak anak kucingberebut shampoo dan handuk. Sialnya aku lupa memasukkan baju renangku ke plastik dan akhirnya aku harus membeli baju renang baru lagi Sesudah keluar dari area kolam, kita nunggu Blue Bird kira-kira 30 menit. Si tante nggak mungkin ngantar, rumah dia dekat kali sama cemas jadinya kami 3 pulang sendiri. Dan untungnya begitu sampai rumah hujan baru turun lucky


Hari Sabtu, si tante jualan di SSM (siklus 1). Lucunya dia pas mau ngukus dimsum, kukusan orang itu kecil kali. Jadi hanya muat 4 dimsum padahal yang mau beli udah banyak. Sampai-sampai ada kakak-kakak yang ngeror dia gegara dimsumnya gak siap-siap ROTFL. Memang banyak kalilah kejadian aneh si tante ini, sampai sembunyi dia di belakang meja stand-nya hahaha. Yang bikin dimsum orang ini nggak enak, 1 porsi hanya 3 dimsum padahal dikurang-kurangi orang itunya biar dapat untung kelompoknya (dalam bisnis teman nggak dikira ya).

Lalu di SSM siklus 1, aku ketemu Sabrina aka Nami aka Helen atau siapalah (nama cyber-nya banyak amat). Dia nggak beli sih, mungkin gegara mahal-mahal kali ya. Dalam perjalan pulang si delwi cerita tadi ada kelompok isinya cowok semua mereka jual kentang goreng gitu semacam tela-tela. Terus si cowok 1 minta beli minyak goreng sunco. Datang kawannya dibelinya minyak goreng sania terus dibilang cowok 1 ini, "kok sania kau beli? kan aku bilang sunco. udah bedalah itu rasanya." Hahahahaha. Serius, kelompok ini polos kali. Mungkin mamanya di rumah sering pake sunco, jadi itu lebih terpercaya. Terus pas mau masang gas, orang itu nggak bisa-bisa. Mereka bawa tabung gas biru yang besar itu. Hahahaha. Sampai akhirnya mereka kayaknya manggil orang ahli untuk hidupin gasnya. Memang kodratnya cewek untuk urusan ini hahahaha, kok bisalah polos kali. Tapi gitu-gitu jualan orang itu cepat habisnya. Salut.


Lanjut ke hari ini (senin), nggak banyak yang menarik. Seperti biasa malah, cuman ketawa-ketawa. Bedanya hari ini aku datang lebih cepat supaya bisa ketawa-ketiwi di kantin ujung pintu 1 sama member bxc. Kami punya moto baru untuk BXC "Born to Laugh". Kedengarannya kayak lagu lana del rey, tapi percayalah ini alami dari kepala si tante.

Ada beberapa hal yang kukhawatirkan sekarang, pertama besok. Besok nilai UTS PA II akan dibacakan dan sepertinya Praktik Komputer juga Kedua, tangan kiriku yang bengkak? sepertinya digigit binatang atau apa pas aku lagi tidur. Gembungnya serem amit. Kayak disengat lebah.

Wednesday, May 02, 2012

White-collar Crime

Meminjam kalimat Dina, "suka-suka saya, inikan blog saya".

Ingat SSM yang saya sebutkan dalam post sebelumnya? Student Saturday Market loh. Yah udah, kalau nggak ingat juga nggak apa-apa. Nggak penting banget sih sebenarnya. Jadi semalam ada hot news. "Pecah Kelompok" kyaa kyaa \(^^)/

Semester 1 kami sudah disuruh untuk membentuk kelompok beranggotakan 9 orang yang maksimalnya 10 orang. Lalu kelompok kami pecah. End. Kenapa pecah? Karena dosen-dosen yang bersangkutan menyuruh untuk pecah. Peraturan baru satu kelompok maksimal 5 orang. Katanya sih karena ada kelompok yang tidak bisa bekerja sama dengan baik. Katanya ya... Benar apa nggak saya nggak tahu. Dengan wajah pasrah dan motto yang kata kawan saya "show me the money and I give you your score" atau lebih tepatnya "show me the money and I give you a sh*t", kami pun memecah kelompok kami. Kelompok 1 tetap dengan konsep, produk, & siklusnya (siklus 2) dan kelompok kedua dengan terpaksa memutar otak lagi. Sialnya saya kelompok 2 dan saya dapat siklus 4.

Yang lebih penting dari itu, pernah dengar femidollar gak? Udah jujur aja nggak, soalnya aku juga baru dengar sih. Kata dosen yang bersangkutan nilai tukar Rupiah terhadap femidollar itu sudah ditetapkan oleh tim delapan dan nilai tukarnya ditetapkan berdasarkan nilai inflasi, ekspetasi harga, IHK, dan data statistik lainnya. Namanya juga bazaar, belinya pasti bukan dengan uang. Nah belinya dengan ini! *agak disentak* Masalah lainnya voucher ini ada 3 jenis: 10k, 50k, 100k. Kenapa dibilang masalah? Ya eyalah, soalnya produk yang saya jual harganya paling cuma seceng, sacang, goceng, ceban. Yah, entah bagaimana nasib nilai saya & kelompok.

Ada satu hal lagi yang bikin kantong kami koyak, yaitu setiap kelompok harus punya rekening di BNI Tabunganku. Caranya kita harus setor uang (katanya 500k tapi ada yang bilang 400k) lalu uang itu nggak boleh kita ambil sampai semester 7. Es tu pi dos. kalau misalnya sudah semester 7 dan kami ambil uang kami, saya yakin sisanya minus! Pikirin bunga & biaya administrasi lainnya. Buat rekening hanya untuk praktik bisnis, please deh benar-benar modus yang digunakan banker untuk menangin hadiah liburan ke dubai atau eropa jika mendapat pelanggan yang banyak. Katanya sih, katanya ya, itu untuk jaminan.

Yang ingin saya sampaikan dari celotehan saya yang nggak jelas ini adalah SSM hanya memberatkan mahasiswa dari segi materi. Ditambah lagi dengan pecahnya kelompok awal akan menambah biaya sewa stand (50k) which means kaching kaching $$.

The worst crime is faking it.
Kurt Cobain

this post edited 10+ before posting.