Friday, June 22, 2012

Unconscious

Aku ingat saat itu kita masih sangat polos. Ya, saat itu aku masih SMP. Teman-teman yang lain sedang berada di lapangan basket, ada beberapa yang duduk di bawah jendela aula, ada beberapa yang berdiri di samping taman bermain milik taman kanak-kanak. Sekolah kami terdiri dari TK sampai SMA jadi tidak heran kalau sekolahnya sangat luas.
Sore itu sangat indah, cuaca mendung dan berangin membuatku semakin jelas mengingat kenangan itu. Aku, bersama beberapa orang temanku, sedang berdiri di samping taman bermain. Kami bercerita dan tertawa seperti yang lainnya. Lalu seorang cowok baru tiba di sekolah. Dia jalan sambil memegang tasnya, yang sering kami sebut tas bapak-bapak kantoran, sambil melewati jalan di antara lapangan basket dan aula. Teman-teman yang lain melihatnya dan menyorakinya tapi dia hanya tersenyum dan setengah tertawa. Dia tahu sorakan itu bukan sebuah ejekan.
Sambil melihatnya tanpa sadar aku berkata "Aku suka dia" dan temanku di sebelah menjawabnya, "Aku juga." Lalu cepat-cepat kutambahi, "Kau tahu, sebagai teman?" Temanku membalasnya dengan senyumannya paling indah dan berkata "Iya, ges. Aku tahu." Aku pun hanya tersenyum karena aku yakin dia mengerti.
Berawal dari situ, aku merasa sering mengeluarkan kata-kata dalam pikiranku tanpa sadar. Baru-baru ini aku mengatakan hal yang paling memalukan. Saat itu ada seorang cowok, teman sekelas, baru tiba juga. Lalu dia mondar mandir. Aku tetap memperhatikannya dan menyadari ada yang berbeda darinya. Lalu tanpa sadar kata-kata itu meluncur dari mulutku, "Dia seksi juga ya."

Boom!