Thursday, February 23, 2012

-__-

Jadi, saya memiliki beberapa rencana untuk bulan depan. Tapi sayangnya saya harus membuat rencana itu mengerucut. Satu-satunya alasan yang paling masuk akal adalah I don't have any money left (untuk bulan ini). Saya punya 2 kartu kredit tapi sayangnya salah satunya sudah dimatikan (atau apalah istilahnya) karena masalah bunga. Kurasa ini salah satu resiko punya orang tua lulusan fakultas ekonomi. Terlalu perhitungan. Jadi kartu kredit yang tertinggal adalah yang dari sebuah bank swasta dimana jumlah tabungan disitu tidak banyak (maklumlah kemarin pun dapatnya dari beasiswa jadi uang lebih banyak disetor ke tabungan yang pertama).

Menurutku, rencanaku ini udah cukup mengerucut jadi kujelaskan saja. Pertama, saya ingin les brevet (kursus pajak). Bos cowok saya dari dulu, sebelum saya masuk kuliah sudah ngasih tahu kalau saya harus ngambil kursus ini. Kedua, saya ingin beli parfum baru. Pasti tahu kan kalau harga parfum itu selangit. Apalagi saya beli parfum baru paling cepat setahun sekali, paling lama 2-3 tahun. Jadi saya mau ngumpulin uang (secara ini pertama kalinya beli parfum, biasanya diberi sebagai buah tangan). Ketiga, saya ingin menabung untuk membeli tiket pesawat & liburan (jadi gila liburan). Menurut saya rencana ketiga ini agak sulit terealisasi. Kata "menabung" adalah kata tersulit dalam hidup mahasiswa. Terlalu banyak biaya tak terduga.

Tapi ini dia masalahnya, jika rencana pertama terealisasi maka akan muncul biaya baru, bensin motor. Biasanya aku ngisi seminggu sekali dengan biaya sepuluh ribu sampai empat belas ribu. Dan biasanya saya menggunakan motor hanya untuk ke kampus. Memang terkadang kalau jalan sama teman naik motor juga tapi itu jarang. 

Sebetulnya saya punya rencana lainnya yang sulit untuk dikerucutkan. Saya ingin belajar piano. Waktu itu, saat kelas 2 SMA, mama sudah manggil guru les piano ke rumah. Tapi (selalu ada tapi) si bapak aka bos cowok gak ngasih. Alasannya belajar dulu untuk SNMPTN. Di lubuk hatiku yang paling dalam, saya ingin belajar piano (enggak tahu mengapa kalimat ini lebay sekali). Saya bisa bermain piano tapi saya memainkannya bukan dengan membaca not. Saya hanya mendengar lagu aslinya dan memainkannya dengan mengingat nada-nada lagu tersebut. Memang ada perbedaan sedikit tapi setidaknya saya bisa memainkan sebuah lagu.

Rasanya cara berpikir saya sudah berubah. Biasanya saya nggak terlalu memikirkan soal uang. Bukan berarti saya anak konglomerat hanya saja saya tidak berpikir menggunakannya seBAIK mungkin. Sekarang saya harus menggunakannya sebijaksana mungkin kalau bisa ada sisanya. Walaupun tidak pernah saya lakukan, dulu setiap jalan sama teman dan ada seorang teman lagi yang tidak bisa ikut karena tidak punya uang pasti teman yang lain pada bilang "sudahlah... pakai saja uangku dulu." Saya tidak pernah seperti itu tapi saya pernah berpikir itu hal yang menyenangkan.

Entah ini efek menjadi 18 tahun atau efek saya jurusan akuntansi atau efek pernah menjadi "gelandangan" sehari (don't ask) atau efek yang lainnya, overall aku senang pemikiranku berubah.

No comments:

Post a Comment