Showing posts with label university. Show all posts
Showing posts with label university. Show all posts

Wednesday, April 15, 2015

The Road is Long


try to have fun in the meantime...

Monday, December 22, 2014

Tired of Waiting

Hi, fellas. I'm waiting my lecturer right now and I feel so bored. Well actually I'm sad not bored because you know... sitting here (alone), watching people chasing their dream, seeing them socializing those things are painful. People is pitying you (like I need your pity).
So I've been thinking about my life. I always think why can't I like everybody else? Why can't I just have fun, do things recklessly, forget about the rules, and stop being so damn righteous! I'm so tired. So tired seeing another reckless human living his/her wonderful life. I always wonder why. Why do people like them always get things more easy? You may say that life is unfair, ya I know that, but that doesn't answer my sodding question. Why is life so unfair? Why can't we happy? Why can't we choose to be happy and live it?
I don't know why I acted like this. Maybe my pride is just too sensitive.

Wednesday, October 29, 2014

Numb

Time's ticking, heart's beating, head's spinning. If someone slices my throat with a knife, it wouldn't be more painful than the fate which has to be accepted.
After I, unintentionally, looked that stupid book, I went pale. I wanted to run and cry and whatsoever. Days after days, I was still a sad girl. Those terrible weeks made even a smile couldn't plastered on my face. I was miserable, furious, and sad. My thoughts flew to all my friends which successfully makes me more sad. "Will I be alone?" "Will I look like an idiot if I stay too long?" Even everyone comforted me, I knew one thing only for sure. They would leave me, I was left behind.
So through this post, I want to apologize to everyone who got hurt by me. I'm really sorry if I shut you out, especially my friends and my brother. Sorry for gave you a cold response, sorry for this bad attitude of mine. This week has been so hard and I was so sensitive. I cried in my prayers, every time. I was so jealous of you, guys. Jealousy seriously and unhesitatingly took a big space in my heart.

... but the numbness still had her.

Monday, November 04, 2013

Goodbye, you one dreadful month

I actually don't have any ideas to start this post with but I still have the urge to make a post in this new month. October was a dreadful month. I was sick and that time I thought I will die soon. I went to doctor for medical check-up. People in Pasar 7 clinic said I'm positive DBD (mind you, idk what it called) and typhus.  Doctor in Elisabeth Hospital said I'm negative those deadly shit. Doctor in Madani Clinic said I got dyspepsia, which is kind of true. I diagnosed myself, I got GERD (amit-amit). After a lot of tears, here I am. I'm back to uni, even my condition isn't that normal as before. I thanked God for His blessing in every step I took.

Mid-term is in the air (try not to breath lol). I supposed to study right now seeing advanced accounting is still waving on the gate for me. I'm still studying for StatPel and look how messy my desktop is.

Well, wish me best luck for the rest of my subjects. I also need a strength because you know, I'm not in that good condition. Still I'm sure God will give me a recovery.

Wednesday, October 09, 2013

Falling

Hello, world. Here I am, skipping classes and typing word by word. All because I'm not in a good condition. Last Tuesday, after Auditing II class, I went home using public transportation aka angkot. Disitu aku udah kena hujan. Rabunya, aku masih pergi ke kampus dan merasa sehat-sehat aja. Rabu siang aku udah merasa meriang dan panas. Hari Kamis pagi aku pergi ke bidan dekat rumah (ya, aku kalo demam selalu pergi ke bidan dan entah kenapa selalu mujarab) untuk disuntik. Aku udah skip kelas etika dan berencana masuk jam 1 bersama omi yang pada saat itu juga sibuk mengurus adiknya yang sedang opname gara-gara tifus. Setelah di kampus aku merasa lemas sekali, ingin muntah, dan tiba-tiba tanganku dingin. Di tengah perkuliahan, aku permisi sama dosennya untuk pulang ke rumah. I would never leave my pride scattered on the floor. Kalo pingsan di kampus bisa malu aku. Jadilah aku hari kamis itu hanya isi absen ke kampus.

Untungnya hari jumat ngga ada kuliah dan aku bisa berisitirahat di rumah. Jumat sampai sabtu aku merasa baik-baik saja. Bahkan hari sabtu aku sempat ke kampus untuk masuk kelas advanced dan aku bertahan sampai kelas selesai. Until the Sunday came. Hari minggu tengah hari aku mendadak panas lagi. Aku paksakan pergi ke gereja sama keluarga terus pas pasang AC di mobil aku kedinginan. I was not that type of person. Aku suka sekali sesuatu yang dingin, kalo kedinginan hanya gara-gara AC udah jelas ada yang ga beres ini. Hari Senin aku kembali agak hangat. tengah hari aku udah merasa baikan dan terpaksalah aku juga skip 2 mata kuliah hari itu.

And the funniest day, most hectic day, came... Tuesday. Aku beranikan diri ke kampus karena ada rapat yang harus kuhadiri. Aku pergi ke kampus bareng Dian. Selama di dalam mobil, I wasn't feeling so good. Mual gitu. Si Dian malah nakuti pula kalo tifus itu bisa berlanjut ke liver (at first, aku mendiagnosa sendiri kalo aku kena tifus atau dbd). Aku makin takut dan terus berdoa kepada Tuhan supaya bisa melewatkan satu hari ini dengan aman. Karena merasa ngga nyaman juga, begitu Naomi masuk ke kelas aku langsung ajak dia ke klinik di pasar 7 (klinik temapt adiknya berobat). Disitu aku tes darah dan bayar Rp 110.000. Kakak-kakak yang memeriksaku bilang kalau suhu badanku normal (memang aku agak berlebihan bilang demam). Setelah menelepon abangku dan menunggu berjam-jam, hasilnya keluar. Disitu dinyatakan aku positif DBD dan Gejala Tifus. Trombositku hanya 67.000 dan leukositku 12.600 (normalnya 5000-10000). Dikatakan juga aku terkena infeksi gegara leukosit berlebihan. Aku down. Aku lapar dan ga selera makan dan mual dan pingin muntah dan pingin pingsan aja. Abangku sibuk menelpon ortuku untuk membawaku ke rumah sakit elisabeth. Sedangkan omi berusaha menghiburku. Pikiranku ngga jernih. Biasanya kalo leukosit berlebihan ada kemungkinan terbentuknya kanker. Belum lagi aku dinyatakan positif DBD. Aku sibuk liatin kaki tanganku mana tahu ada bintik-bintik merah. Memang ngga ada tapi kata orang yang memeriksaku DBD ga mesti ada bintik-bintik merahnya. Down. Drop. Drown.

Setelah menunggu 20 menit taxi yang ditelfon abangku datang dan abangku bilang kalo mama & papa udah otw ke rs. Aku naik taxi sama omi. Supir taxinya sibuk nanya ngapain ke elisabeth bla bla. Aku bilang kalau aku mau dirawat, aku kena dbd. Dia malah ketawa ga percaya. Selama di taxi Omi nyuruh aku makan sedikit roti biar ada tenaga tapi aku tetap ngga mau. Kalau aku makan aku pasti muntah. Sesampainya di rs, aku dan Omi langsung ke masuk ke IGD dan nanya sama susternya gimana prosedur segala macam. Susternya nanya siapa yang mau dirawat, lalu aku jawab kalo aku sakit. Dia malah kayak ga percaya gitu (geez, peope who work in hospital these days...) Pas ke klinik umum mau periksa, suster 1 lagi juga ga percaya aku mau diopname katanya harus ada rujukan dokter dulu. Disitu aku dan Omi nunggu ortuku dan aku bertahan sebisa mungkin. Aku benar-benar lemas karena kelaparan dan mual. Begitu mamaku datang, susternya baru percaya dan segeralah aku dimasukkan ke ruangan.

Suhu badan diukur, katanya suhuku cuma 37,5 C, darahku diambil untuk diperiksa lagi, tekanan darah juga diukur. Lalu aku menunggu sampai hasil lab keluar. Mamaku udah sibuk nyuruh aku makan tapi aku masih merasa mual. Akhirnya aku paksakan makan walaupun hanya sedikit yang penting ada kekuatan. Setelah perut terisi sedikit demi sedikit, aku merasa lebih baikan. Lalu aku menyuruh Omi untuk baik ke kampus karena kami masih ada kelas Auditing II dan ada tugas yang mesti dikumpul.

Setelah hasil lab keluar, dokter bilang ke papaku kalau hasil tesku normal, bahkan bagus. Trombositku 270.000, leukosit 9,9 (range 3,6 - 11,0), Ig G dan Ig M negatif (-), IgM Anti Salmonella Typhi 2. Aku langsung ga percaya dan menyuruh papaku menunjukkan hasil lab dari klinik tadi terus menjelaskan keluahanku selama ini. Dokter bilang aku hanya kecapekan, jam makan tidak teratur, kekurangan cairan, sering tidur malam, masuk angin. Kalau demamku memang sudah turun, akunya saja yang berlebihan.

Dokternya juga pas periksa nanya gini "mual? baru hari ini dok mualnya. kepala pening? ngga. kerongkongan sakit? ngga. buang air kecil dan besar lancar? lancar dok. gusi berdarah? sebelum saya sakit gusi saya emang lemah dok, jadi sering berdarah."

Akhirnya kami keluar dari rs itu dan aku mau diopname di rs columbia asia (rs rujukan dari kantor papa eke). Terus akhirnya papa bilang kalo sakit lagi baru diopname, jadi searangpulang aja, kecuali aku mau darahku yang udah dikit diambil lagi. Jadi sekarang aku kembali ke rumah dan tidak kuliah, mencoba makan dengan normal dan sehat.

dan inilah sedikit hiburan yang bikin kemarin malam menyenangkan:





dan saat mereka sadar mereka dibohongi (padahal nggak maksud untuk ngerjain):






Friday, March 01, 2013

Hufflepuff

Hi. University's kinda freak me the hell out. The lecturers gave us so much pressure. KRS things make me, physically and mentally, sick. I just hope I've made the right decision for taking Auditing I this semester. So um, I'm a bit motivated by my cousin. They went study abroad, got scholarship, and so on. Based on that, I intend to do the same. I have some plans in my little head and I need a courage to make it real. I feel like I'm so dumb right now. I study economics but I barely hear about the economic development of my own country. First thing to do is read local or inter local or even international newspaper.

In my social life, I like a party pooper. I don't have many friends. I'm not friendly to my classmates. I isolated myself. Lack of self-esteem. I need to be courageous. I wonder why Pottermore put me in Gryffindor.

"Have you ever liked somebody so much, you just wanna lock yourself in your room, turn on sad music, and cry?"

Friday, February 15, 2013

It was Thursday

Sup, loves? How's your valentine? Mine was suck. Kidding. Before I start, I wanna remind you that I'm perfectly straight. I'm 100% into boys. Last night, I had dinner with on of my bitches, Dian. To you maybe that sounds odd and ridiculous. We traveled around from Opal Coffee, Morning, Moscow Circus, and Babura. Next time make sure you already reserved your seat on this occasional day. We ate dimsum, chatted cheerfully, and laughed hysterically. I enjoyed our little dinner. At least I didn't stuck my boney ass on my bed last night.

I feel so dumb right now. I have doubt in taking some classes. I have 24 maximum credit for this semester but my primary subjects only 18 credits. So I take four credits for upper classes subjects and the rest... I don't know. Maybe I take two another credits to remedy my last subject, sadly. Conclusion is I only take 22 credits for this semester. My other friends take advance and I don't wanna take that this semester. I know I have some troubles in Intermediate which is I need to practice even more. I still hope I can do much better in this new semester. Let's cross our fingers ;)

Saturday, January 26, 2013

Chickens Got Free

Hello, it's me. Exams finally is over and I'm gonna back to my former activity which are reading, sleeping, and dreaming. I hope the results come out good so I don't need to lock my room and cry all over my pillow. Though I doubt with my AIS, MIS, and intermediate. Oh God... help us, especially me.

So what I'm aiming to post is the tragedy which is happen last night. Yesterday was the last day of finals. After that, my bitches and I went to Thamrin Plaza to explore "Rumah Hantu". We would like to explore Pulau Hantu and let me tell you that was amazing. For instant, I screamed a lot. The place was so dark and the people were horrible. As we landed near the finish line, there was a pocong (google it, if you have no clue) and he was so freaking tall. He surprised us and I screamed at the top of my lung till my throat and my head hurt. I ran along the way and I almost fell. Note to self, never use high hell shoes when you've decided to burn calories.

Then we decided to have some foods. After having a good time of chatting, mocking, joking, laughing, and bullying, we went to Inul Vizta. This was where it began...

Febry rode her car and crossed the street. Then a police demand us to step aside. We have no the slightest idea what cause this but what I know that time was that Febry pushed her pedal in a great pressure and we ran away. That was the very first time for me and for her and maybe for the rest of my bitches, ran away from cops and just been a wanted. Febry kept driving like a mad scientist and picked some smaller ways. Ester kept looking at the back, looking at the cops who was trying to chase us. Knees trembling, consciences speaking, hearts tickling in our chest. Escaped.

We spent one hour in family ktv then back home. I called my mom to pick me up and I need to wait several minutes. Thank God, Vivian and Febry were there,we got thirsty and we had drinks at desolated cafe. The waiters weren't pro, drinks were standard, and we spent 30 minutes until our drinks served. Sweet merlin.
Overall, I did have a quality time with my bitches. Chatting, laughing, mocking, bullying, escaping. I will never tell my parents about the tragedy. I doubt they would give me any permissions if I told them what happened.

I feel that we are like chickens who stay in a cage. Waiting to get skinned. Have a very little chance to free. Accidentally the cage's open and we run away like crazy chickens. People get scared, they give us a look "you-chickens-infected-with-a-virus".

Friday, June 22, 2012

Unconscious

Aku ingat saat itu kita masih sangat polos. Ya, saat itu aku masih SMP. Teman-teman yang lain sedang berada di lapangan basket, ada beberapa yang duduk di bawah jendela aula, ada beberapa yang berdiri di samping taman bermain milik taman kanak-kanak. Sekolah kami terdiri dari TK sampai SMA jadi tidak heran kalau sekolahnya sangat luas.
Sore itu sangat indah, cuaca mendung dan berangin membuatku semakin jelas mengingat kenangan itu. Aku, bersama beberapa orang temanku, sedang berdiri di samping taman bermain. Kami bercerita dan tertawa seperti yang lainnya. Lalu seorang cowok baru tiba di sekolah. Dia jalan sambil memegang tasnya, yang sering kami sebut tas bapak-bapak kantoran, sambil melewati jalan di antara lapangan basket dan aula. Teman-teman yang lain melihatnya dan menyorakinya tapi dia hanya tersenyum dan setengah tertawa. Dia tahu sorakan itu bukan sebuah ejekan.
Sambil melihatnya tanpa sadar aku berkata "Aku suka dia" dan temanku di sebelah menjawabnya, "Aku juga." Lalu cepat-cepat kutambahi, "Kau tahu, sebagai teman?" Temanku membalasnya dengan senyumannya paling indah dan berkata "Iya, ges. Aku tahu." Aku pun hanya tersenyum karena aku yakin dia mengerti.
Berawal dari situ, aku merasa sering mengeluarkan kata-kata dalam pikiranku tanpa sadar. Baru-baru ini aku mengatakan hal yang paling memalukan. Saat itu ada seorang cowok, teman sekelas, baru tiba juga. Lalu dia mondar mandir. Aku tetap memperhatikannya dan menyadari ada yang berbeda darinya. Lalu tanpa sadar kata-kata itu meluncur dari mulutku, "Dia seksi juga ya."

Boom!

Monday, May 07, 2012

Quick Post

Hari Jumat kemarin aku, dian, angel, dan lia pergi berenang di Cemara Asri. Rencananya hanya mau ke rumah si Dian sekalian enghibur dia gegara batal liburan ke KL tanggal 29 ini. Mungkin karena faktor cuaca jadi pingin berenang. Setelah pulang dari kampus kami langsung jemput angel di tempat lesnya dan kita menghabiskan 30 menit di perjalanan (maklumlah si tante baru belajar bawa mobil jadi nggak berani ngebut). Sesampainya di Cemas kami makan dulu terus berenang. Awalnya si tante nggak mau berenang karena malas ambil baju di rumah. Setelah diajak si angel jadinya si tante mau ikut berenang dan mereka balik ke rumah naik bemor (malas bawa mobil). Udah itu kita bertiga langsung cebur ke kolam. Si lia malas berenang jadi dia jaga tas aja. Mulai dari masuk ke kolam sampai selesai kami cekikian terusSi lia bilang ketawa kami paling besar udah gitu si tante kuat kali logat bataknya. Entah karena si lia iri lihat kami ketawa terus atau karena ga mau rugi udah bayar tapi nggak berenang, akhirnya dia ganti baju dan ikut sama kami. Pokoknya seru seru serulah sampai words can't describe it


Setelah berenang kami mandi kayak anak kucingberebut shampoo dan handuk. Sialnya aku lupa memasukkan baju renangku ke plastik dan akhirnya aku harus membeli baju renang baru lagi Sesudah keluar dari area kolam, kita nunggu Blue Bird kira-kira 30 menit. Si tante nggak mungkin ngantar, rumah dia dekat kali sama cemas jadinya kami 3 pulang sendiri. Dan untungnya begitu sampai rumah hujan baru turun lucky


Hari Sabtu, si tante jualan di SSM (siklus 1). Lucunya dia pas mau ngukus dimsum, kukusan orang itu kecil kali. Jadi hanya muat 4 dimsum padahal yang mau beli udah banyak. Sampai-sampai ada kakak-kakak yang ngeror dia gegara dimsumnya gak siap-siap ROTFL. Memang banyak kalilah kejadian aneh si tante ini, sampai sembunyi dia di belakang meja stand-nya hahaha. Yang bikin dimsum orang ini nggak enak, 1 porsi hanya 3 dimsum padahal dikurang-kurangi orang itunya biar dapat untung kelompoknya (dalam bisnis teman nggak dikira ya).

Lalu di SSM siklus 1, aku ketemu Sabrina aka Nami aka Helen atau siapalah (nama cyber-nya banyak amat). Dia nggak beli sih, mungkin gegara mahal-mahal kali ya. Dalam perjalan pulang si delwi cerita tadi ada kelompok isinya cowok semua mereka jual kentang goreng gitu semacam tela-tela. Terus si cowok 1 minta beli minyak goreng sunco. Datang kawannya dibelinya minyak goreng sania terus dibilang cowok 1 ini, "kok sania kau beli? kan aku bilang sunco. udah bedalah itu rasanya." Hahahahaha. Serius, kelompok ini polos kali. Mungkin mamanya di rumah sering pake sunco, jadi itu lebih terpercaya. Terus pas mau masang gas, orang itu nggak bisa-bisa. Mereka bawa tabung gas biru yang besar itu. Hahahaha. Sampai akhirnya mereka kayaknya manggil orang ahli untuk hidupin gasnya. Memang kodratnya cewek untuk urusan ini hahahaha, kok bisalah polos kali. Tapi gitu-gitu jualan orang itu cepat habisnya. Salut.


Lanjut ke hari ini (senin), nggak banyak yang menarik. Seperti biasa malah, cuman ketawa-ketawa. Bedanya hari ini aku datang lebih cepat supaya bisa ketawa-ketiwi di kantin ujung pintu 1 sama member bxc. Kami punya moto baru untuk BXC "Born to Laugh". Kedengarannya kayak lagu lana del rey, tapi percayalah ini alami dari kepala si tante.

Ada beberapa hal yang kukhawatirkan sekarang, pertama besok. Besok nilai UTS PA II akan dibacakan dan sepertinya Praktik Komputer juga Kedua, tangan kiriku yang bengkak? sepertinya digigit binatang atau apa pas aku lagi tidur. Gembungnya serem amit. Kayak disengat lebah.

Wednesday, May 02, 2012

White-collar Crime

Meminjam kalimat Dina, "suka-suka saya, inikan blog saya".

Ingat SSM yang saya sebutkan dalam post sebelumnya? Student Saturday Market loh. Yah udah, kalau nggak ingat juga nggak apa-apa. Nggak penting banget sih sebenarnya. Jadi semalam ada hot news. "Pecah Kelompok" kyaa kyaa \(^^)/

Semester 1 kami sudah disuruh untuk membentuk kelompok beranggotakan 9 orang yang maksimalnya 10 orang. Lalu kelompok kami pecah. End. Kenapa pecah? Karena dosen-dosen yang bersangkutan menyuruh untuk pecah. Peraturan baru satu kelompok maksimal 5 orang. Katanya sih karena ada kelompok yang tidak bisa bekerja sama dengan baik. Katanya ya... Benar apa nggak saya nggak tahu. Dengan wajah pasrah dan motto yang kata kawan saya "show me the money and I give you your score" atau lebih tepatnya "show me the money and I give you a sh*t", kami pun memecah kelompok kami. Kelompok 1 tetap dengan konsep, produk, & siklusnya (siklus 2) dan kelompok kedua dengan terpaksa memutar otak lagi. Sialnya saya kelompok 2 dan saya dapat siklus 4.

Yang lebih penting dari itu, pernah dengar femidollar gak? Udah jujur aja nggak, soalnya aku juga baru dengar sih. Kata dosen yang bersangkutan nilai tukar Rupiah terhadap femidollar itu sudah ditetapkan oleh tim delapan dan nilai tukarnya ditetapkan berdasarkan nilai inflasi, ekspetasi harga, IHK, dan data statistik lainnya. Namanya juga bazaar, belinya pasti bukan dengan uang. Nah belinya dengan ini! *agak disentak* Masalah lainnya voucher ini ada 3 jenis: 10k, 50k, 100k. Kenapa dibilang masalah? Ya eyalah, soalnya produk yang saya jual harganya paling cuma seceng, sacang, goceng, ceban. Yah, entah bagaimana nasib nilai saya & kelompok.

Ada satu hal lagi yang bikin kantong kami koyak, yaitu setiap kelompok harus punya rekening di BNI Tabunganku. Caranya kita harus setor uang (katanya 500k tapi ada yang bilang 400k) lalu uang itu nggak boleh kita ambil sampai semester 7. Es tu pi dos. kalau misalnya sudah semester 7 dan kami ambil uang kami, saya yakin sisanya minus! Pikirin bunga & biaya administrasi lainnya. Buat rekening hanya untuk praktik bisnis, please deh benar-benar modus yang digunakan banker untuk menangin hadiah liburan ke dubai atau eropa jika mendapat pelanggan yang banyak. Katanya sih, katanya ya, itu untuk jaminan.

Yang ingin saya sampaikan dari celotehan saya yang nggak jelas ini adalah SSM hanya memberatkan mahasiswa dari segi materi. Ditambah lagi dengan pecahnya kelompok awal akan menambah biaya sewa stand (50k) which means kaching kaching $$.

The worst crime is faking it.
Kurt Cobain

this post edited 10+ before posting.

Thursday, November 24, 2011

Another Good Day

Hai loves, I just got back form sun with my college friends (vivi, ciput, ve, omi). Today was our faculty's 50 birthday so yaa... no classes. We went to sun at 11 p.m. and we watched Breaking Dawn. If I could say, I prefer the novels. The movie was good but it was too mature for me. I'm 17 btw. Too much 'that' scenes if you know what I mean hhe. So after watching the movies we went to pizza hut to lunch. Ve called her cousin (maybe) to had lunch with us. because of we would order 'delight' which mean must be an even number.

top left : vivi, omi
left: ciput, ve, me

Also, I wanna share this.

I'll come if there's no Christmas event on that day. If you are a college student it's really good if you're joining or participating the colloquium. You'll get the certificate which is really useful when you're applying for a job. I just share btw. And I want to say happy birthday Faculty of economics USU :)

Sunday, November 20, 2011

I want it all.

There are other things I want to do besides uni's live. I want to back to the scanlation and pursued by the deadline (although nowadays I also pursued by deadline ,task), I want to join the extracuriculer, choir, I want to jump off the cliff. That's the climax. My dad told me while I was in uni I should learn how to earn money. Okay, I have no knowledge to be shared, I have no skill, and I have no experience. Should I try multilevel marketing? My brother and my friends do that. Oh, I have no relation so it's useless. I mean when everyone in your campus did the mlm with the same brand, what would you do? you have no relation right? cos everyone do that and there's no one left to be offered. The conclusion is I want it all.

Tomorrow is my daddy's birthday. He's 50 and I'm 17 and my big brother's 19. I wonder how old were my parents when they're married?

Oh, two days ago, I had my hair cut. It was too short and too thin. I already miss my old messy hair. I wanna share the photos of my new hair with some friends. Just check it on my facebook. Alright, got to go. My parents ask me to go out. I love this! Bye loves.

Sunday, October 23, 2011

KRS

Jadi hari jumat kemarin, krs yang baru udah keluar. Dengan semangat menggebu-gebu aku, dian, delwi, dan ciput, serta beberapa teman sekelasku pas agama yang mengikuti dari belakang, pergi ke bagian... apa ya.. aku juga lupa, sudahlah lupakan saja. Kami pergi ke bagian yang ramai. Awalnya bingung, untung si dian ngasih tahu ini bagian akuntansi, ini manajemen, dsb. Jadi ada 3 tahap mendapat krs yang sah. Pertama, minta dulu krs-nya sama kakak atau abang di situ, kedua minta tanda tangan dosen pembimbing, dna ketiga mendapatkan stempel.

Yang pertama berjalan dengan lancar. Yang kedua...
O: ini minta ttd bapak itu ya?
C: iya..
Lalu kami mengikuti antrian untuk mendapatkan ttd bapak itu. Bapak itu serasa artis yang baru ngeluarin album deh -,- semuanya pada pegang kertas dan pulpen. Selama di antrian, aku heran kok bapak ini langsung menyingkarkan kertas mereka kek gitu. Terus aku dengar yang depanku ini bicara tapi gak jelas bicara apa. Nah, giliranku hampir tiba dan semua yang di depanku kertasnya diacuhkan gitu. Masih dengan muka heran. Lalu aku menyodorkan krs-ku. 
PA: Olivia SG...
O: *ngangguk ga jelas*
PA: *menyodorkan tangan*
O: *heran*
PA: pulpennya mana....
O: oh iya... pulpen cair gak apa ya, Pak.
PA: *membaca dengan serius* bahasa inggrisnya neraca saldo?
O: ... trial balance.
PA: *menandatangani krs*
Sesudah itu aku heran.... berarti musti jawab dengan benar dulu baru dapat ttd. Tapi heran deh, kok orang di depanku semua pada gagal. Yah mungkin mereka gugup kali ya... Untung aku gak tahu ini bakal ditanyain, kalau aku tahu... buyarlah semuaya. Nah si delwi dan teman-teman sekelas yang mengikuti dari belakang tadi belum mendapat ttd. sekarang giliran ciput dan yah mari kita tinggalkan mereka di sana. aku. butuh. stempel.

Jadi, aku tanya dian, stempelnya dimana. Dia ngasih tahu di sebelah situu situu terus bilang kalau ibu itu lagi keluar. Jadi aku pun nunggu. Pas ibu itu datang aku langsung ngasih krs buat distempel. Nah pas mo distempel, ibu itu ngomong "kamu akuntansi, ini manajemen! aduuh....!" Ya Tuhan.... si Dian ini memang. Aku udah nunggu lama, tahu-tahunya yang dia kasih tahu tempat stempel manajemen. Aku langsung ngacir ke bagian akuntansi dan berhasil mendapatkan stempel. Phew -___-"

Krs-ku udah sah, sekarang tinggal menunggu ciput yang sudah berkali-kali mencoba tapi tak kunjung mendapat sebuah goresan indah di kertasnya. Jadi selama di situ kami bertemu sama anak grup C, bicara bentarlah. Eh ternyata mereka belum dapat goresan itu juga. Karena mahasiswa zaman sekarang udah pada kreatif, mereka datang rame-rame, gak ngantri dan sendiri-sendiri kayak tadi. Jadi mereka jawab pertanyaan bapak itu rame-rame. Nah, karena aku salah satu orang yang ga tahu mau ngapain jadi aku ngasih pinjam pulpenku. Dan tahu apa yang terjadi.... saat ada pertanyaan yang ga terjawab, bapak itu menyodorkan kertas dan pulpen sejauh dan sekuat mungkin sehingga pulpenku terpental jauh. Sial, maksud baik malah dapat gini. Untungnya bapak itu udah minta maaf, kalo ga aku minta pertanggungjawaban juga (apa pula pake tanggung jawab cuma pulpen doang).

Rame banget di situ, bahkan jadi kayak acara kuis mereka rame-rame jawabnya. Yah secara teknis hanya beberapa yang jawab yang lain lihatin temannya dulu terus ikut jawab. Begitulah ciri bangsa Indonesia braninya main keroyok, memang sih itu wujud dari persatuan tapi haloooo??! forget it, entah apa hubungan krs dengan persatuan bangsa Indonesia, yang penting mereka udah dapat ttd :) Jadi tiap orang nanya gimana cara ambil krs, aku cuma jawab "banyak-banyak belajarlah..." *giggle*

Oh ya, dengan ekor mata aku lihat event countdown di blog-ku dan ternyata 7 days more and the exam begins! whatshouldIdo whatshouldIdo? the only and proper answer is learning *sigh* people nowadays just learning and studying without knowing the purposes. Also, they don't know how they applying what they learned to their everyday life. I see them as a robot. Just do all the tasks that the older people asked. Stop being a robot. You have a wonderful life, enjoy it. Life is too short if you spent it with being a robot. Try something new and be creative! Get out from your comfort zone and you'll understand the purpose of all this studying and learning thingy. 

Monday, October 10, 2011

Inagurasi

Alasan saya posting hari ini untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Ya iyalah kalau gak terjadi untuk apa diceritakan coba? Udah lama sebetulnya saya mau posting tapi belum sampai puncak kekesalan saya dan sekaranglah saatnya. Tahu inagurasi? Kalau kalian maba pasti tahulah. Yah jadi di prodi kami juga ada inagurasi cuman namanya aja berbeda. Langsung ke point-nya aja, saya nggak ikut inagurasi.

Selagi menulis post ini saya baca blognya dina >click here< dan setelah membaca itu saya tidak jadi menuliskan apa yang terjadi sehingga kekesalan saya memuncak (lebih tepatnya tentang nasib kami-kami yang gak ikut inagurasi). Yang ingin saya katakan adalah senior, belajarlah untuk menghargai dan mengerti keadaan kami. Banyak hal yang harus kami pertimbangkan sehingga tidak bisa mengikuti inagurasi. Banyak orang yang lebih tua sering mengatakan "kalau kalian menghargai saya, saya lebih menghargai kalian", saya rasa senior sudah tahu dengan baik semua itu. Memang mungkin kalian meyakinkan kami untuk tidak takut dan mengatakan ini bukanlah inagurasi yang seperti kami pikirkan (itu cukup baik dan saya berterima kasih untuk kesabaran para senior) tapi siapa yang percaya? Melihat abang-abang dan kakak senior melakukan sosialisasi di ruang kelas yang masih... maaf saya ngga bisa menceritakan lebih dari ini.

Dan hal yang terakhir yang ingin saya tekankan, yang ikut inagurasi tidaklah salah dan yang nggak ikut inagurasi juga tidak salah, yang salah hanyalah cara senior menyampaikan ketidaksetujuan (tidak mengikuti acara ini) senior-senior semua kepada kami. Saya minta maaf kalau ada yang tersinggung membaca post saya. Saya posting bukan untuk memojokkan pihak lain. Tidak ada pihak yang bersalah di sini, yang salah hanyalah cara yang kita gunakan untuk menyampaikan gagasan ini (seperti yang saya katakan sebelumnya). Terima kasih.

Sunday, September 25, 2011

Lunch

Part 1
Sehari 2 Post gak apa kali yah.. Soalnya aku teringat dengan tukang burger dan tukang kantin yang aku bicarakan di post sebelumnya. Jadi kemarin itu, setelah kelas usai kami berempat duduk di depan kelas untuk bantuin si dian ngerjain tugasnya. Dia kesusahan membuat tugasnya ke M. Word. Jadi dengan bantuan kakak iges, agak-agak lancarlah kan. Tugas anak manajemen itu gampang banget, mereka cuman disuruh mencari 100 kata kerja dalam bahasa inggris (ya iyalah, matkul english juga..) yang bikin susah itu, vocab mereka kurang. Jadi aku & omi agak-agak membantulah.

Nah, karena udah stuck, terlallu lama mencari dan tidak membawa oxford, aku istirahat sejenak, sebentar -,- Selagi duduk-duduk bersandar aku dengar si Dian bilang sama Omi, 
Dian: "pas kutanya mamaku, dia bilang masak, menggoreng ikan, nonton, tidur. aduuh cuman itulah yang mamaku tahu hha."
Omi: "ngakak..." 
Me: *nahan ketawa, hanya tersenyum..*
Dian: "nanti kalau lagi mencuci, dibilang mamaku jugalah mencuci baju, mencuci kain"
Lol-ed.

Benar. Kalau disuruh sebutkan palingan yang kita sebutkan untuk pertama kali adalah pekerjaan yang biasa kita lakukan. Pas lagi enak-enak memandangi orang-orang di seberang sana, si komting duduk di belakangku. Aneh deh... ini orang kok berhasil melulu ya jadi tokoh di blog-ku (-..-) aku tokoh utamanya wooi =="
F: ada lihat hans ga? aku dari tadi cariin dia. ini bukunya belum diambil. *sigh*
O: tadi dia di situ *nunjuk* tahu deh kemana sekarang... *melirik ke belakang. kasihan juga dia jadi capek.*
F: oliv, coba kamu lihat si ini si itu *nama disamarkan* udah bayar apa belum, terus kasih tanda.. bla bla bla bla bla.
O: yes, I hear you, sir-know-it-all. maaf, boleh minjam pulpen? wah lengkap yahh *terkejut melihat tempat alat tulisnya lebih lengkap daripada seorang cewek*
F: tuntutan profesi hhe.
Yes, I knew he's a teacher.

Aku kembali menoleh ke Dian cs yang sibuk dengan tugas englishnya. Dan tiba-tiba saja sebuah ide muncul di pikiranku. Aku menyuruh Dian untuk bertanya sama si komting aja. Secara dia english teacher gitu loh. Ini yang lucu,
Dian: "bahasa inggrisnya menjahit apa?"
F: "biip bipp bipp" *biip means ga jelas...*
Dian: *tercengang, bertukar pandang denganku.* coba spell dulu.
F: "biip biip biip" *ngomong semakin cepat dan semakin tidak jelas*
Dian: *bertukar pandang sekali lagi...* 'apa katanya ges??' whispering.
me: 'dunno dunno' *geleng-geleng kepala*
F: ini nih, aku bawa oxford.
Dian: *mengetik perlahan-lahan*
F: *melihat cara mengetik Dian yang lama* "boleh aku aja yang mengetik?"

Yah... kami berempat tercengang dengan cara dia mengetik yang seperti memainkan piano. Maksudku no mistake loh, no miss typo. Masih tercengang.... Begitu selesai, dia mengembalikan laptop Dian dan mengatakan kalau dia tidak membuat nomornya, cuman urutan ke bawah doang. it's okay, she said. Setelah itu aku kembali melamun menunggu si Dian selesai meng-editnya. Aku kembali melihatnya ke belakang dan mengubah posisi dudukku supaya lebih mudah berbicara dengannya. Yah dia terlihat lelah. Untuk beberapa hal, aku sedikit kagum padanya. Ada yang membuat dia pantas untuk dikasih jempol, nomi juga berpikir begitu. Sekarang aku melihatnya sesuai dengan umurnya, biasanya sih masih kaleng-kaleng kuanggap #plak
F: "biasanya bbipp bip bipbipbip?" *masih tidak terdengar jelas*
O: "rabu..." *jawab ngasal. ya salah lu ngomong kok ga jelas*
F: "hhahaha, maksudku biasanya kamu pulang jam berapa?"
O: "biasanya begitu kelas usai, aku pulang. tapi kalau ada kejadian tak terduga lainnya, agak-agak sorelah.."
Hening...
F: *sigh. ngemasin barang-barang. pakcing mau pindahan bok. #plak* kalo gitu, aku pulang duluan ya.
O: hmm.

Part 2
Akhirnya Dian berhasil menyelesaikan tugasnya dan kita pergi untuk makan siang. First destination kantin fe. Tempat paling cozy yang pernah ada. Udah ber-ac, bersih banget lagi. Begitu di pintu masuk, nomi dan lagi-lagi nomi gak mau makan di sana karena di sana ada kak Yona. Si omi takut dia bakal dikerjain lagi. ckckckck. Dengan Dian yang udah ngomel dan bikin lelucon lagi, kami pun pindah ke. Second destination kantin fisip. Lewat dari luarnya si Dian malah ngomong "ini kelas apa kantin sih?" dan begitu masuk... ya.ampun. ternyata itu kantin dan ternyata padat banget dan ternyata cowoknya rame banget. merasa ga nyaman berada di tanah orang dan merasa dilihatin sebagai anak luar, kami pun pergi. Third destination, kantin perpus. Gak serame yang di fisiplah. Pas udah ambil bangku..
Pelayan: "mau mesan apa kak?"
Dian: "nasi. ada kak?"
Pelayan: "nasinya habis kak. mau minum apa?"
Dian: "gak jadi deh kak"
Pelayan: "minumnya apa kak?"
Dian: "gak jadi kak..."
Omi: "kami disini maunya makan nasi kak"
Pelayan: "pesan makanan di sebelah tapi makan di sini gak apa kok kak.. minumnya kak?"

*ngacir* Si Dian malah bikin lelucon dengan kakak pelayan tadi. Maksa banget. Terus kami ke tujuan ke empat, sebelah kantin perpus usu. Setelah melihat-lihat sepertinya gak ada bangku untuk 4 orang. Terakhir ada stand burger. Kami tertarik, jadi kami tanyain semua harga dari tiap jenis burgernya. Udah nanya kami pergi. Eh tahu-tahunya mbak-mbak yang bantu di stand itu bilang "CUMAN NANYAK DEK?? MAKASIH YA!!" Lalu si Dian balas "YA, SAMA-SAMA KAK!" Kurang asam itu tukang burger, bikin malu di depan orang aja. Lu kira kami gak punya uang buat beli burger itu? Kami cuman mau makan nasi. Tadi penasaran aja nanya-nanya burger ckckckck.

Selama di perjalan menuju final destination, kantin sastra depan fh, si dian dan omi cerita-cerita dan ngatain tuh tukang jualan gak ngerti etika bisnis (maklum baru belajar). Dan mereka bikin lelucon baru lagi bilang kalau ternyata si tukang burger itu tahu jauh lebih banyak mengenai bisnis. si dian bilang nanti tukang burger itu ngambil grafik hasil penjualan burgernya dari bawah stand-nya dan memberitahu kami kalau mereka ada di titik jenuh. hahahaha ngakak abis, inflasi burger, etika bisnis hahahaha. kalau tukang burgernya segitu jenius, kami mau ngundurin diri dari fe-lah ckckckck. burger sialan.

Sesampainya di tempat yang ditakdirkan untuk kami, kami langsung makan. Setelah itu... kami cerita-cerita tentang snmptn. Saat kedua temanku ini belum berhasil, mereka ceritain kesedihan dan pengalaman mereka :') terus kita juga cerita tentang beberapa orang yang melakukan hal curang. kasihan kali ya, udah curang ga lulus pula. aku nyesal sih, nyesal banget kenapa harus... yah begitulah gak layak diceritakan di sini. Sekitar jam 3 lewat kita bubar. Aku dan omi mau pergi kk, dian dan delwi pulang ke rumah. Such a loooong lunch time :)

Saturday, September 24, 2011

Not So Bad

Pingin posting pakai english tapi lagi-lagi malas untuk kembali membuka kamus dan menambah vocab. Jadi, kuliah seperti biasa aja. Rasanya lama-lama aku bosan dan sedikit merasa kesepian [?]. Kuliah itu individualisme banget manusianya. Ingin bergaul tapi mereka udah punya grup-grup sendiri. Jadinya agak susah dapat teman. Dapat sih dapat tapi gak banyak-banyak amat. Cuman kenal, tukeran nomer, yah basa-basi doang.

Jadi, kemarin tuh ada tugas pengantar manajemen. Tugas kelompok memang. Pening banget lihat teman-teman satu kelompok yang terdiri dari 7 orang (sekarang 8 orang, aneh.. ibu itu malah nambahin 1 lagi) mana wece-wecenya cuman 3 orang, aku omi, delwi dan selebihnya boys. Ya ampun.. susahnya minta ampun kerja sama dengan mereka. Tiap kelas bubar kita ngumpul untuk ngerjain tugas ini tapi mereka cuman ketawa-ketiwi gak jelas, yah bagus sih mereka menghibu tapi jangan ketawa tiap saat dong. Apalagi mereka itu hobi banget merokok. Sesak banget dekat mereka. Aku merasa kek ada perlombaan menghisap rokok di sana. Kalau kesabaranku udah habis, aku bawa tuh air satu ember dari kamar mandi terus kusiramkan ke mereka semua.

Anw, sebagai orang yang mengumpulkan uang buku, aku juga kebagian rejeki. Yah... bisa dibilang SHU gitu. Hanya saja harus bagi-bagi sama komting hha. Lumayan besar SHU-nya.. bisalah dibelanjakan di sun (JK ya komting) *niat awal udah ketahuan sama si komting*.

Bulan oktober ada inagurasi. Masih bingung harus ikut apa gak. Kemarin disuruh tulis di kertas berminat apa gak, terus bikin alasannya. Aku tulis gak berminat. Alasannya : "maaf kalau alasan saya gak logis. tapi saya hanya gak ingin kecapekan saja." Peduli amat mereka marah apa ga, itu yang mereka minta, itu yang aku tulis. Aku kecewa dengan acara hari minggu kemarin. Pingin nulis di sini tapi bahaya banget kalau sampai terbaca mereka.

Yaaah, aku benar-benar merasa kesepian. Aku rasa kuliah ini macam main-main. Masuk kelas, break, masuk lagi, pulang. Pulang. Pulang gitu aja. Yang membuatku merasa bahagia di sini cuma mereka... Dian, Delwi, Omi, dan Lia (termasuk orang-orang yang kami jadikan bahan lelucon seperti si komting, pria lelucon nomer 1, pria lelucon nomer 2, orang gila di fe, tukang burger, tukang kantin di perpus,  jomblowati, dsb saking banyaknya yang kami ketawain, aku lupa). Kehidupan ini tidak terlalu buruk :)

Friday, September 16, 2011

Something New

Yap, jadi hari ini cuma ada 1 mata kuliah, agama. Jujur aja aku malas kali ke kampus, mending nitip absen. Yah beginilah kalau masuk jam 10.30 bawaannya malas kalau masuk siang -,-. Aku datang jam 10, biar sempat ketawa ketiwi sama si nomi dan dian, apalagi kelas masih dipakai sama yang muslim. Berita baiknya, hari ini gak ada pelajaran agama. Berita buruknya, kalau mau diabsen di pelajaran agama, kita musti datang ke acara kebaktian PMB (Penerimaan Maba). Shit. Begitu kelas bubar, aku nelpon si ketua kelas (sesuai yang dia instruksikan sebelumnya, you know.. I'm his 'kacung' -,-). Ternyata kita jumpanya di depan toilet. Dia bilang supaya ngasih uang buku ke dosen ekonomi mikro. Dasar... tahunya menyusahkan orang aja. Nah yang aku heran dari mahluk satu ini...
komting (F): kenapa lama keluarnya? tadi yang kristen udah pada keluar duluan.
aku (O): iya, tadi ada pengumuman sebentar.
F: ooh.
hening...
O: sebenarnya ko agama apa sih? <--- penasaran tingkat kabupaten
F: katolik. tapi aku masuk kelas budha.
O: what -,- (pingin nanya kenapa tapi kayaknya segan aja) dia katolik tapi kenapa masuk kelas budha...
Kenapa aku tertarik nanya agamanya, gak maksud SARA ya. Pas awal-awal kuliah, dia memperkenalkan diri dengan "Assalamualaikum". Hm, dia kan chinese gitu ya.. generalnya nih kan, chinese itu kebanyakan budha, kristen, kalo gak konghucu. Nah, heran aja soalnya kata teman sekelas kami, hakka kosasih (chinese), dia orang kristen. Karena tugas & tanggung jawab yg dibebankan, kami jadi teman. Suatu hari, aku add facebook-nya. Kulihat ternyata kosasih betul. Heran banget lihat orang itu.

Setelah itu, kita pergi ke euum lokasi kebaktiannya. Aku gak tahu lokasinya, jadi aku tinggalkan motorku di parkiran fe. Jauh banget. Dan ternyata aku baru tahu ada tembook ajaib di pintu 1. Lihat sendiri aja, ajaib banget! Yah begitulah... selama kebaktian kita makan siang, terus khotbah dan pulang. Pas mo pulang, aku dan omi balik ke fe sama teman smp si omi, rinto. Si rinto bawa 2 temannya (mereka juga parkirkan motor di fe), andhika dan hmm 1 lagi lupa namanya.... jefri kurasa. Mereka lucu banget, serulah bercandaan dengan mereka. Teman baru lagi :)

Tuesday, September 13, 2011

Beam

Capek, gak bisa berpikir lagi untuk posting pakai bahasa apa. Ya sudah bahasa mode on aja lah ya. Senin lalu kuliah seperti biasa. Ospek, atau lebih tepatnya kuliah perdana, udah kelar, sekarang kita mulai belajar sungguhan. Hampir semua kelas aku sekelas dengan omi. Yang beda hanya di pengantar bisnis. Aku harus beripisah dari grupku dan bergabung di grup lain. Untung ada beberapa teman di sana hhe :)

Hari ini kami ada 3 mata kuliah. Sebenarnya ada 2 tapi karena dosen bahasa inggris kami mau ke hong kong minggu depan, jadi minggu ini dan minggu lalu harus dipadatkan sampai 5 kali pertemuan. Mata kuliah pertama ekonomi mikro jam 8 pagi. Sialan, tadi pagi gerimis dan macet total. Selama bawa motor, aku berdoa supaya datang tepat waktu. Soalnya kemarin dosennya bilang dia gak bakal ngasih masuk siapa yang datang terlambat. Thank God, aku datang jam 8.02 am dan dosennya datang 13 menit kemudian.

Kelas kedua ada pengantar bisnis. Seperti yang ibu itu bilang kemarin, harus udah punya buku supaya kita punya persiapan untuk ditanya atau bertanya, oleh atau kepada, dosen atau kelompok yang presentase. Nah, aku duduk di bangku paling belakang sama kelompokku. Selama kelompok sana sedang menjelaskan, kami bertiga malah ketawa-ketawa(1 lagi cowok, dia gak ikutan cerita). 100 menit ke depan kami hanya bercerita dan tidak memerhatikan kelompok yang sedang kembut banget gak tahu harus ngomong apa lagi karena bahannya kurang. Nah, ibu itu bilang, kalau nanya dapat nilai tambah. Kami juga mau ikut berpartisipasi, empat-empatnya udah angkat tangan. Namun... entah karena lokasi kami duduk kami yang kejauhan atau kelompok yang bersangkutan takut melihat muka sangar kami, kami tidak teprilih. AKU BOSAN. Jadi, karena terus-terusan gak dapat giliran untuk bertanya, teman di depan kami bertanya "bagaimana cara mengatasi sumber daya yang begitu langka sementara permintaan meningkat?" yah kurang lebih gitu intinya... Dari beberapa kelompok yang ngasih jawaban, ga ada yang sesuai dengan hati nurani kami huheheheuehhe. Malahan jawaban mereka ribet, sulit banget. Dengan bekal kesotoyan kami, kami pun mendapatkan jawaban itu yang terdiri dari 3 poin. Masalahnya kami udah angkat tangan setinggi-tingginya, tapi ibu ini gak melihat orang-orang aneh yang duduk di belakang. Saking kesalnya karena ibu itu bilang "ada yang mau menambihin? kalau gak ada..", lalu aku berteriak "BU!!!". Aku malu, saking malunya aku langsung menyembunyikan wajahku di balik punggung temanku. Alhasil temanku ini yang memberikan jawabannya. Jawabannya adalah...
  1. Menaikkan harga. Hal ini adalah faktor utama untuk menurunkan permintaan.
  2. Regenerasi.
  3. Mencari sumber daya alternatif dan meningkatkan iptek.
Setelahnya, ibu itu langsung menambahkan apa yang kelompok kami katakan. Dengan berakhirnya jawaban tadi, berakhir pulalah kelas pengantar bisnis yang sama sekali ga ada kuperhatikan sejak dosennya masuk.

Kelas terakhir, english. Kami kesusahan mencari ruangan, untungnya ada senior (Kak Yona) yang ngasih tahu. tx :> Sekarang, kepalaku pening. Benar-benar ceroboh dan aku tahu ceroboh itu pantang sekali dalam akuntansi. Aku berharap aku lebih teliti dalam mengurus sesuatu yang sudah dipercayakan orang kepadaku. Cheers :)

 I won't cry for you

Saturday, September 10, 2011

New

Tidak ada ospek, yang ada hanya kuliah perdana (2-6pm, senin s/d sabtu minggu pertama kuliah). Paginya kita belajar, setelah kelas udah siap, kita nunggu sampai jam 2. Jadi ini adalah foto kami selama menunggu kuliah perdana seminggu ini :) Kebanyak lokasi di perpus, depan perpus.