Saturday, September 24, 2011

Not So Bad

Pingin posting pakai english tapi lagi-lagi malas untuk kembali membuka kamus dan menambah vocab. Jadi, kuliah seperti biasa aja. Rasanya lama-lama aku bosan dan sedikit merasa kesepian [?]. Kuliah itu individualisme banget manusianya. Ingin bergaul tapi mereka udah punya grup-grup sendiri. Jadinya agak susah dapat teman. Dapat sih dapat tapi gak banyak-banyak amat. Cuman kenal, tukeran nomer, yah basa-basi doang.

Jadi, kemarin tuh ada tugas pengantar manajemen. Tugas kelompok memang. Pening banget lihat teman-teman satu kelompok yang terdiri dari 7 orang (sekarang 8 orang, aneh.. ibu itu malah nambahin 1 lagi) mana wece-wecenya cuman 3 orang, aku omi, delwi dan selebihnya boys. Ya ampun.. susahnya minta ampun kerja sama dengan mereka. Tiap kelas bubar kita ngumpul untuk ngerjain tugas ini tapi mereka cuman ketawa-ketiwi gak jelas, yah bagus sih mereka menghibu tapi jangan ketawa tiap saat dong. Apalagi mereka itu hobi banget merokok. Sesak banget dekat mereka. Aku merasa kek ada perlombaan menghisap rokok di sana. Kalau kesabaranku udah habis, aku bawa tuh air satu ember dari kamar mandi terus kusiramkan ke mereka semua.

Anw, sebagai orang yang mengumpulkan uang buku, aku juga kebagian rejeki. Yah... bisa dibilang SHU gitu. Hanya saja harus bagi-bagi sama komting hha. Lumayan besar SHU-nya.. bisalah dibelanjakan di sun (JK ya komting) *niat awal udah ketahuan sama si komting*.

Bulan oktober ada inagurasi. Masih bingung harus ikut apa gak. Kemarin disuruh tulis di kertas berminat apa gak, terus bikin alasannya. Aku tulis gak berminat. Alasannya : "maaf kalau alasan saya gak logis. tapi saya hanya gak ingin kecapekan saja." Peduli amat mereka marah apa ga, itu yang mereka minta, itu yang aku tulis. Aku kecewa dengan acara hari minggu kemarin. Pingin nulis di sini tapi bahaya banget kalau sampai terbaca mereka.

Yaaah, aku benar-benar merasa kesepian. Aku rasa kuliah ini macam main-main. Masuk kelas, break, masuk lagi, pulang. Pulang. Pulang gitu aja. Yang membuatku merasa bahagia di sini cuma mereka... Dian, Delwi, Omi, dan Lia (termasuk orang-orang yang kami jadikan bahan lelucon seperti si komting, pria lelucon nomer 1, pria lelucon nomer 2, orang gila di fe, tukang burger, tukang kantin di perpus,  jomblowati, dsb saking banyaknya yang kami ketawain, aku lupa). Kehidupan ini tidak terlalu buruk :)

No comments:

Post a Comment