Part 1
Sehari 2 Post gak apa kali yah.. Soalnya aku teringat dengan tukang burger dan tukang kantin yang aku bicarakan di post sebelumnya. Jadi kemarin itu, setelah kelas usai kami berempat duduk di depan kelas untuk bantuin si dian ngerjain tugasnya. Dia kesusahan membuat tugasnya ke M. Word. Jadi dengan bantuan kakak iges, agak-agak lancarlah kan. Tugas anak manajemen itu gampang banget, mereka cuman disuruh mencari 100 kata kerja dalam bahasa inggris (ya iyalah, matkul english juga..) yang bikin susah itu, vocab mereka kurang. Jadi aku & omi agak-agak membantulah.
Nah, karena udah stuck, terlallu lama mencari dan tidak membawa oxford, aku istirahat sejenak, sebentar -,- Selagi duduk-duduk bersandar aku dengar si Dian bilang sama Omi,
Dian: "pas kutanya mamaku, dia bilang masak, menggoreng ikan, nonton, tidur. aduuh cuman itulah yang mamaku tahu hha."
Omi: "ngakak..."
Me: *nahan ketawa, hanya tersenyum..*
Dian: "nanti kalau lagi mencuci, dibilang mamaku jugalah mencuci baju, mencuci kain"
Lol-ed.
Benar. Kalau disuruh sebutkan palingan yang kita sebutkan untuk pertama kali adalah pekerjaan yang biasa kita lakukan. Pas lagi enak-enak memandangi orang-orang di seberang sana, si komting duduk di belakangku. Aneh deh... ini orang kok berhasil melulu ya jadi tokoh di blog-ku (-..-) aku tokoh utamanya wooi =="
F: ada lihat hans ga? aku dari tadi cariin dia. ini bukunya belum diambil. *sigh*
O: tadi dia di situ *nunjuk* tahu deh kemana sekarang... *melirik ke belakang. kasihan juga dia jadi capek.*
F: oliv, coba kamu lihat si ini si itu *nama disamarkan* udah bayar apa belum, terus kasih tanda.. bla bla bla bla bla.
O: yes, I hear you, sir-know-it-all. maaf, boleh minjam pulpen? wah lengkap yahh *terkejut melihat tempat alat tulisnya lebih lengkap daripada seorang cewek*
F: tuntutan profesi hhe.
Yes, I knew he's a teacher.
Aku kembali menoleh ke Dian cs yang sibuk dengan tugas englishnya. Dan tiba-tiba saja sebuah ide muncul di pikiranku. Aku menyuruh Dian untuk bertanya sama si komting aja. Secara dia english teacher gitu loh. Ini yang lucu,
Dian: "bahasa inggrisnya menjahit apa?"
F: "biip bipp bipp" *biip means ga jelas...*
Dian: *tercengang, bertukar pandang denganku.* coba spell dulu.
F: "biip biip biip" *ngomong semakin cepat dan semakin tidak jelas*
Dian: *bertukar pandang sekali lagi...* 'apa katanya ges??' whispering.
me: 'dunno dunno' *geleng-geleng kepala*
F: ini nih, aku bawa oxford.
Dian: *mengetik perlahan-lahan*
F: *melihat cara mengetik Dian yang lama* "boleh aku aja yang mengetik?"
Yah... kami berempat tercengang dengan cara dia mengetik yang seperti memainkan piano. Maksudku no mistake loh, no miss typo. Masih tercengang.... Begitu selesai, dia mengembalikan laptop Dian dan mengatakan kalau dia tidak membuat nomornya, cuman urutan ke bawah doang. it's okay, she said. Setelah itu aku kembali melamun menunggu si Dian selesai meng-editnya. Aku kembali melihatnya ke belakang dan mengubah posisi dudukku supaya lebih mudah berbicara dengannya. Yah dia terlihat lelah. Untuk beberapa hal, aku sedikit kagum padanya. Ada yang membuat dia pantas untuk dikasih jempol, nomi juga berpikir begitu. Sekarang aku melihatnya sesuai dengan umurnya, biasanya sih masih kaleng-kaleng kuanggap #plak
F: "biasanya bbipp bip bipbipbip?" *masih tidak terdengar jelas*
O: "rabu..." *jawab ngasal. ya salah lu ngomong kok ga jelas*
F: "hhahaha, maksudku biasanya kamu pulang jam berapa?"
O: "biasanya begitu kelas usai, aku pulang. tapi kalau ada kejadian tak terduga lainnya, agak-agak sorelah.."
Hening...
F: *sigh. ngemasin barang-barang. pakcing mau pindahan bok. #plak* kalo gitu, aku pulang duluan ya.
O: hmm.
Part 2
Akhirnya Dian berhasil menyelesaikan tugasnya dan kita pergi untuk makan siang. First destination kantin fe. Tempat paling cozy yang pernah ada. Udah ber-ac, bersih banget lagi. Begitu di pintu masuk, nomi dan lagi-lagi nomi gak mau makan di sana karena di sana ada kak Yona. Si omi takut dia bakal dikerjain lagi. ckckckck. Dengan Dian yang udah ngomel dan bikin lelucon lagi, kami pun pindah ke. Second destination kantin fisip. Lewat dari luarnya si Dian malah ngomong "ini kelas apa kantin sih?" dan begitu masuk... ya.ampun. ternyata itu kantin dan ternyata padat banget dan ternyata cowoknya rame banget. merasa ga nyaman berada di tanah orang dan merasa dilihatin sebagai anak luar, kami pun pergi. Third destination, kantin perpus. Gak serame yang di fisiplah. Pas udah ambil bangku..
Pelayan: "mau mesan apa kak?"
Dian: "nasi. ada kak?"
Pelayan: "nasinya habis kak. mau minum apa?"
Dian: "gak jadi deh kak"
Pelayan: "minumnya apa kak?"
Dian: "gak jadi kak..."
Omi: "kami disini maunya makan nasi kak"
Pelayan: "pesan makanan di sebelah tapi makan di sini gak apa kok kak.. minumnya kak?"
*ngacir* Si Dian malah bikin lelucon dengan kakak pelayan tadi. Maksa banget. Terus kami ke tujuan ke empat, sebelah kantin perpus usu. Setelah melihat-lihat sepertinya gak ada bangku untuk 4 orang. Terakhir ada stand burger. Kami tertarik, jadi kami tanyain semua harga dari tiap jenis burgernya. Udah nanya kami pergi. Eh tahu-tahunya mbak-mbak yang bantu di stand itu bilang "CUMAN NANYAK DEK?? MAKASIH YA!!" Lalu si Dian balas "YA, SAMA-SAMA KAK!" Kurang asam itu tukang burger, bikin malu di depan orang aja. Lu kira kami gak punya uang buat beli burger itu? Kami cuman mau makan nasi. Tadi penasaran aja nanya-nanya burger ckckckck.
Selama di perjalan menuju final destination, kantin sastra depan fh, si dian dan omi cerita-cerita dan ngatain tuh tukang jualan gak ngerti etika bisnis (maklum baru belajar). Dan mereka bikin lelucon baru lagi bilang kalau ternyata si tukang burger itu tahu jauh lebih banyak mengenai bisnis. si dian bilang nanti tukang burger itu ngambil grafik hasil penjualan burgernya dari bawah stand-nya dan memberitahu kami kalau mereka ada di titik jenuh. hahahaha ngakak abis, inflasi burger, etika bisnis hahahaha. kalau tukang burgernya segitu jenius, kami mau ngundurin diri dari fe-lah ckckckck. burger sialan.
Sesampainya di tempat yang ditakdirkan untuk kami, kami langsung makan. Setelah itu... kami cerita-cerita tentang snmptn. Saat kedua temanku ini belum berhasil, mereka ceritain kesedihan dan pengalaman mereka :') terus kita juga cerita tentang beberapa orang yang melakukan hal curang. kasihan kali ya, udah curang ga lulus pula. aku nyesal sih, nyesal banget kenapa harus... yah begitulah gak layak diceritakan di sini. Sekitar jam 3 lewat kita bubar. Aku dan omi mau pergi kk, dian dan delwi pulang ke rumah. Such a loooong lunch time :)
( ͡° ͜ʖ ͡°)
ReplyDelete