Alasan saya posting hari ini untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Ya iyalah kalau gak terjadi untuk apa diceritakan coba? Udah lama sebetulnya saya mau posting tapi belum sampai puncak kekesalan saya dan sekaranglah saatnya. Tahu inagurasi? Kalau kalian maba pasti tahulah. Yah jadi di prodi kami juga ada inagurasi cuman namanya aja berbeda. Langsung ke point-nya aja, saya nggak ikut inagurasi.
Selagi menulis post ini saya baca blognya dina >click here< dan setelah membaca itu saya tidak jadi menuliskan apa yang terjadi sehingga kekesalan saya memuncak (lebih tepatnya tentang nasib kami-kami yang gak ikut inagurasi). Yang ingin saya katakan adalah senior, belajarlah untuk menghargai dan mengerti keadaan kami. Banyak hal yang harus kami pertimbangkan sehingga tidak bisa mengikuti inagurasi. Banyak orang yang lebih tua sering mengatakan "kalau kalian menghargai saya, saya lebih menghargai kalian", saya rasa senior sudah tahu dengan baik semua itu. Memang mungkin kalian meyakinkan kami untuk tidak takut dan mengatakan ini bukanlah inagurasi yang seperti kami pikirkan (itu cukup baik dan saya berterima kasih untuk kesabaran para senior) tapi siapa yang percaya? Melihat abang-abang dan kakak senior melakukan sosialisasi di ruang kelas yang masih... maaf saya ngga bisa menceritakan lebih dari ini.
Dan hal yang terakhir yang ingin saya tekankan, yang ikut inagurasi tidaklah salah dan yang nggak ikut inagurasi juga tidak salah, yang salah hanyalah cara senior menyampaikan ketidaksetujuan (tidak mengikuti acara ini) senior-senior semua kepada kami. Saya minta maaf kalau ada yang tersinggung membaca post saya. Saya posting bukan untuk memojokkan pihak lain. Tidak ada pihak yang bersalah di sini, yang salah hanyalah cara yang kita gunakan untuk menyampaikan gagasan ini (seperti yang saya katakan sebelumnya). Terima kasih.
No comments:
Post a Comment