Friday, March 18, 2016

Blah

He said that he knew my character
Said that I was a headstrong
and arrogant.

Aw, it tickled my heart.
If I had one.

Well, yeah, the last thing I want to do is being inappropriate to certain people. These are for people who used a false judgement on me. Or maybe... it was not false, I just happen to loathed the person who said it. I do not care, still suits for the person anyway.

Tuesday, March 15, 2016

The World was Wide Enough

Legacy.
What is a legacy?
It’s planting seeds in a garden
you never get to see
I wrote some notes at the beginning of a song
someone will sing for me

Thursday, March 10, 2016

Lemongrass

 
Story goes like this. I decided to plant my own lemongrass. Like every new beginning, I was hopeful and water them every morning. Days went by, nothing happened and things got hectic. I basically stopped watering altogether and left them to fend for themselves in scorching Brisbane weather. Thought they're dead by now but guess how surprised I was to find green leaves thriving this morning. Often times, the crucial stages in life are slow, with not much visible progress. But just because it is not visible, doesn't mean it's not there. I'm thankful that even when I'm slow (such as this lemongrass), God is gentle and patient. He who began the good work in you will carry it to completion.

My cousin shared it on her ig. I guess I should plant a lemongrass too, hm? I've always heard that plant is the perfect metaphor for life but why use metaphor when plant is life?

Wednesday, March 09, 2016

Garbage Man

I see poverty everywhere. I hear people begging for a job every time. Those are kind of usual for me. I can't feel any pities nor sympathies anymore.

Until I heard and I saw, a garbage man begging for a low job for his own son who recently had finished high school. I had never feel this way before. Geez they're just acquaintances I shouldn't waste my thoughts on them. But I was angry. I didn't know why. Maybe it was because the garbage man was like set a limit for his son or maybe because the garbage man had never preached his son to study hard or maybe because the garbage man permitted his son to dream big. 


Then I realized that I had no place to vent my rage.




Last touch, here it is. the partial solar eclipse.



Tuesday, March 08, 2016

An Old Question

My father once asked me what was the largest number I could think of. I said that I didn't know. He asked me again if I believe there was a largest number in this world. Ah... old times, I did math just for grades. I found out that there was no such thing as a largest number when I was a teenager. Now, I finally understand the question.

If the infinities don't exist, how is God infinite?

Though that doesn't mean I don't believe in God.

Sunday, December 20, 2015

Too lazy to think a title

Saya bisa gila. Jika melihat suasana dalam kehidupan seperti ini saya memang bisa gila. Kekacauan, penderitaan, tekanan, kekecewaan, kesedihan, semua amarah dan air mata yang tertahan selama bertahun-tahun, selalu meluap dengan debit yang sangat banyak setiap akhir tahun. Saya merasa bodoh selalu menangis sendirian kemudian bangkit seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Lingkaran setan sialan. Saya bahkan merasa bodoh dengan membuat setiap janji-janji kepada diri saya yang hanya saya dan Tuhan yang tahu. Saya khawatir saya bisa gila atau saya sudah menjadi gila.

Namun terkadang, seperti saat ini, saya merasa benar jika menangis, saya merasa cerdas saat saya kembali mengulangi janji-janji tersebut kepada diri saya. Saya tidak tahu mengapa setiap saya memutuskan untuk menyerah, hidup sesuka saya, menjadi arogan,  melepaskan semua nilai kebenaran, selalu saja ada secuil ingatan yang terbersit dalam pikiran saya. Entah ingatan apapun itu yang membawa saya secepat kilat, menyadari bahwa ada sesuatu yang tak terbatas dalam hidup saya, ingatan yang menunjukkan bukti dari hal yang tidak dapat dijelaskan, ingatan yang menghangatkan hati. Jika saya boleh jujur, saya benci jika hal ini terjadi karena hal ini hanya membuat saya kembali ke dalam lingkaran setan dan fase kehidupan yang membosankan itu, saking bencinya saya selalu berusaha mengabaikan ingatan yang absurd itu. Setelah otak saya kembali berfungsi dengan normallah saya menyadari bahwa ingatan itu seperti cahaya dalam terowongan yang membantu saya mencari ujung terowongan itu. Jika saya terus-terusan menolak cahaya itu masuk, saya bisa tersesat dalam kegelapan. Saya benar-benar bisa kehilangan moral bahkan kepercayaan.

Untungnya ada satu lagi bagian yang tersisa dari diri saya yang membuat saya menggantung di limbo (lagi-lagi limbo), bagian yang saya syukuri dari diri saya, bagian yang selalu memberontak. Bahkan dia, yang ada dalam diri saya sendiri, memberontak bagian lain yang notabenenya sama dengannya. Bagian dari diri saya ini tidak suka menyerah, yang mendoktrin bahwa menyerah hanya untuk orang lemah, dan jelas saja sebagian dari diri saya tidak suka diremehkan apalagi dibilang lemah. Bagian inilah, walaupun biasanya saya benci namun kadang-kadang saya sukai, yang membantu saya mengumpulkan pikiran-pikiran yang benar yang akan digunakan untuk memperkuat pengendalian diri saya. Bagian inilah yang menyuruh saya bertahan seburuk apapun keadaan saat ini, bagian ini adalah bagian yang mungkin sedikit masokis, disakiti namun semakin bergairah. A good rebel indeed.

Sebelum melantur lebih jauh, saya ingin menyudahi post ini. Mungkin dalam beberapa bulan ke depan saya akan menyadari betapa alay dan noraknya saya membuat post ini tapi for the sake of 'good' memories, saya tidak akan menghapusnya.